Category Archives: Others

…… for children

Wisatawan dari mancanegara sering kagum dengan kondisi toilet atau kamar kecil yang begitu terjaga kebersihannya yang ada di berbagai tempat fasilitas di Jepang.
wash room for children 1Kamar kecil yang ada di shopping center umumnya sangat bersih dan setiap pengunjung bisa menggunakannya dengan nyaman.Ada juga toilet khusus untuk anak-anak yang masih kecil seperti di foto ini.WC wash room for children 2yang ukurannya di sesuaikan dengan tinggi badan anak-anak,begitu juga tempat cuci tangan.Kamar kecil juga bisa di kunci dari dalam,namun orang tuanya bisa mengawasi dari bagian atas sekat yang di sesuaikan sedemikian rupa.agar anak-anak tidak merasa takut juga bisa di bantu orang tuanya kalau di perlukan.Sudah banyak juga toilet yang di wash room for children 3dalamnya di sediakan tempat tidur untuk menggantikan popok anak dan bayi. Tempat seperti ini di sediakan juga di toilet khusus pria. Kini para suami Jepang generasi muda sudah terbiasa dengan membantu isterinya untuk menggantikan popok anak-anak mereka.

—–
Continue reading

“Onigiri”

Makanan yang ada di foto ini di sebut “Onigiri” . Onigiri ini hampir setiap hari di makan oleh masyarakat Jepang. Kalau di sini tepat nya di sebut “nasi kepal” ya? Penganan ini onigiribisa di makan dengan tangan,tanpa menggunakan sendok atau supit yang umumnya di pakai masyarakat Jepang.Cara membuatnya adalah meletakkan beberapa sendok nasi panas di telapak tangan yang telah di basahi air dan taburan sedikit garam.Isilah ke dalam nasi tersebut di bagian tengahnya dengan umeboshi(a pickled plum) atau ikan salmon yang sudah masak dan nasi di kepal-kepal berbentuk bulat atau sesuai selera. Ada yangberbentuk bulat ataupun segitiga. Terakhir gulung dengan sepotong nori(lembar rumput laut)Ada juga onigiri yang terbuat dari nasi yang sudah di campur bumbu-bumbu lain. Bukan nasi putih saja.Akhir-akhir ini orang suka membuat onigiri yang bagian permukaannya membentuk wajah orang dengan menggunakan nori.
Onigiri ini praktis untuk di bawa sebagai bekal atau bontot ya..

—–
Continue reading

Baby Cars

Ini adalah kereta yang di gunakan ketika hendak membawa serta anak bayi ke luar rumah(baby car)baby car 1
Kereta bayi Jepang bukan hanya lucu dan bagus,tetapi di bentuk sedemikian rupa agar keamanan juga fungsi utamanya lebih terjaga dengan baik.
Saat seorang ibu mau bepergian dan membawa serta bayi,kereta bayi ini adalah alat yang praktis.
Di toko-toko yang di perkirakan para ibu seperti ini berkumpul,di sediakan tempat parkir khusus kereta bayi.baby car 3
Bagi ibu-ibu yang tidak membawa kereta bayi juga tidak usah khawatir,karena di berbagai shopping center,di sediakan kereta bayi dan bisa di pinjam selama ibu berbelanja.
Juga di sediakan kereta keranjang yang di pasangkan tempat duduk khusus bayi di super market.baby car 2
Kereta bayi di Jepang,selain lucu,aman dan praktis,bukan?

 

 

Continue reading

“Mamegui”

Benda ini di sebut “Mamegui” (Lap tangan mini) yang lebih kecil daripada kain lap yang di sebut Tenugui yang sudah sejak zaman dulu di pergunakan masyarakat Jepang. Saya menemukan mamegui ini di Gransta yang ada di stasiun Tokyo.
mamegui 1Mamegui ini jauh lebih kecil dari tenugui,namun bisa di pergunakan dan kalau membungkus sesuatu,mamegui ini menjadi bentuk Shinkan-sen.
Gransta ini menghubungkan stasiun Tokyo,Marunouchi dan Yaesu.
Stasiun dan pertokoan menjadi satu dan di sana di jual makanan,makanan bekal,kue-kue,berbagai peralatan atau alat-alat rumah tangga juga minuman sake.
mamegui 3mamegui 2

Pikachu

Ini adalah karakter anime yang populer di Jepang,yaitu Pocket Monster di singkat Pokemon. Masih ingat bukan?
pokemon 1 Sebuah bus yang design luarnya tokoh utama dari Pokemon,yaitu Pikachu.
Bus ini di buat untuk mengantarkan anak murid taman kanak-kanak.
Apalagi boneka orang-orangan Pikachu muncul,wah bukan anak-anak saja yang senang,orang tuanyapun ikut gembira.
Karena bisa berfoto dengan boneka,maka kalau ada bus ini,banyak orang berkumpul.

pokemon 3
Continue reading

“100 yen shop”

Di Jepang, ada toko yang di sebut hyakuen shop(100 yen shop,di sini ada juga ya,toko serba 5000rupiah?serbu,apa masih ada?)
Toko yang di maksud ini adalah toko di mana pada dasarnya seluruh barang yang ada di ju100shop1al seharga 100 yen.
Barang-barang yang ada di foto ini semuanya seharga 100 yen belum di tambah pajak.
Toko ini jadi populer dan di gemari banyak masyarakat,karena harganya yang terjangkau dan pas. 100 yen adalah satu koin dan masyarakat membayangkan toko ini adalah toko one coin.
Pro100shop2duk yang di jual di toko serba 100 yen adalah umumnya barang-barang sehari-hari di rumah seperti pecah belah,alat dapur dan batere,serta alat-alat tulis menulis. Dan juga makanan ringan seperti snack dan permen.
Alat-alat seperti pemotong kuku dan gunting kerap di beli oleh wisatawan untuk buah tangan dari Jepang.

753 “Shichi-Go-San”

Di Jepang ada tradisi merayakan pertumbuhan anak-anak yang berusia 3 dan 5 tahun untuk anak laki-laki,dan untuk anak perempuan yang berusia 3 dan 7 tahun. Perayaan ini d753 i sebut 753(tujuh lima tiga,dalam bahasa Jepangnya di sebut sichi go san)
Setiap bulan November,anak-anak yang berusia tadi,di 753epakaikan kimono(pakaian tradisional khas Jepang)dan di bawa ke jinja atau tera(jinja adalah tempat sembahyang bagi umat beragama Shinto dan tera untuk yang beragama Budha)untuk di doakan 753ykeselamatannya.

Asal muasal tradisi ini adalah,dahulu ada kebiasaan seorang anak harus memangkas rambutnya hingga usia 3 tahun,dan tradisi 753 ini bermakna bahwa kebiasaan itu di sudahi karena anak sudah berusia 3 tahun. Kalau yang usia 5 tahun bermakna bahwa seorang anak laki-laki mulai memakai pakaian hakama (sejenis pakaian tradisional berbentuk celana namun longgar,umumnya berwarna hitam)
Yang usia 7 tahun adalah untuk menandakan bahwa anak perempuan mulai bisa mengenakan obi(tali pengikat kimono)yang lebar seperti yang di kenakan wanita dewasa.
Dahulu,persentasi angka kematian anak tinggi dan sulitnya mencapai usia dewasa karena berbagai penyebab.Oleh karena itu tradisi ini lahir dari harapan orang tua agar anak yang lahir selamat hingga besar nanti.
Semenjak itu kebiasaan ini menjadi tradisi tetap hingga sekarang.
Selain menjadi acara selamatan untuk anak-anak,tradisi ini juga di manfaatkan para orang tua untuk memakaikan pakaian tradisional Jepang,kimono,yang akhir-akhir ini sudah jarang di kenakan.

Setelah selesai mendoakan di kuil,para orang tua membawa anak-anak ke studio foto untuk mengambil foto kenangan di acara 753.

—– Continue reading

”Tenpura Udon”

Makanan pokok bangsa Jepang adalah beras. Namun banyak juga jenis mi yang di konsumsi,seperti soba dan udon,yaitu panganan berbahan dasar tepung terigu dan sobako(buckwheat) yang ada sejak dahulu.
Tenpura udon“Tempura Udon” adalah jenis udon yang populer dan di gemari banyak orang. Tempura udon adalah menu udon di mana di atas udon di letakkan udang yang di goreng dengan tepung atau tempura ebi dan sayur.
Di Jepang saat ini sudah memaski musim gugur dan tidak lama lagi akan memasuki musim dingin. Kalau suhu bertambah dingin, bisa menghangatkan tubuh dengan memakan tempura udon yang berkuah panas ini.
Menu tempura udon ini tersedia di setiap rumah makan khusus Udon.

—–
Continue reading

from Bali

Foto ini menunjukkan ketika regu ranger dari taman nasional Bali berkunjung ke Sadogashima,perfektur Niigata pada tanggal 23 September 2014.ranger 1
Saat ini pihak taman nasional Bali sedang melakukan penangkaran burung Kanmurishiromuku yang terancam punah.
Mereka ranger 2mendatangi pusat pengembang biakan di Yokohama center, kota Toyooka,perfektur Hyoogo yang menangkar burung Koono tori,dan juga ke kota Sado,perfektur Niigata,untuk mempelajari kegiatan untuk melindungi
burung-burung tersebut.
Khusus datang ke Sado adalah untuk mempelajari cara mengembalikan burung Toki ke habitat aslinya.ranger 3
Selain itu mereka juga mendapatkan pengalaman seperti:
Melakukan kegiatan pertanian di ladang setempat.
Kegiatan memotong padi dengan menggunakan alat yang di sebut

combine.
Mengamati burung Toki yang sudah di kembalikan ke habitat aslinya.
Memanen buah apel.
Kelihatannya mereka sangat menikmati kegiatan tersebut.
“Saya bisa cepat akrab dengan mereka yang ceria dan juga ramah.
Mereka nampaknya suka dengan apel disini yang besar-besar dan

manis rasanya. Mereka juga membeli buah anggur sebanyak- banyak
nya. Saya jadi ingin ke Indonesia!”,tutur pak Saito pengelola lahan per-
tanian setempat.

—– Continue reading